Obyek Wisata Curug Genting di Kab. Batang

Curug Genting adalah salah satu potensi wisata alam berupa Air Terjun (Curug) yang di miliki oleh Kabupaten Batang dan sempat populer di masa lampau, tak hanya di kenal oleh wisatawan lokal saja. Sayangnya sejak tahun 2009, Curug Genting sudah tidak dikelola lagi oleh Pemerintah dengan berbagai alasan yang mengundang banyak tanda tanya dan kini seakan menjadi tempat asing yang terisolir.



Tak banyak orang yang tau tentang keberadaannya. Meski begitu, keindahannya masih tetap bisa Kita nikmati walaupun mungkin jalan yang dilewati penuh dengan belukar yang liar dan rimbun hampir menutupi jalan setapak yang telah ada. Kondisinya masih tetap natural, terbukti dengan masih adanya Lutung Liar yang bergelantungan, lompat malompat dari satu pohon ke pohon yang lain.



Tak hanya alami, tetapi juga memiliki nilai edukasi yang cukup tinggi, dengan adanya Gapura berwujud Betara Kala dengan aksara jawa di pelipisnya yang bertuliskan "Wening Manjing Gapuro Tunggal". Tulisan tersebut merupakan sebuah sengkalan atau penandaan waktu yang biasa digunakan oleh orang Jawa Kuno. Betara Kala yang mulutnya menganga itu juga memiliki filosofi tersendiri.  Ketika kita melangkah memasuki Gapura tersebut Kita telah masuk kedalam muLut Sang Kala, dan Kita telah termakan oleh Waktu. Intinya dalam setiap langkah Kita akan termakan oleh Sang Kala (waktu), dan waktu Kita untuk hidup akan semakin berkurang.




Curug Genting Terletak di Desa Bawang, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Propinsi Jawa Tengah.
Berjarak ± 38 km ke arah selatan dari Kota Batang. Untuk menuju ke objek wisata ini, bisa ditempuh dari Batang ~ Bandar ~ Blado sejauh 25 km. Kemudian menyusuri jalan desa beraspal dari Blado menuju ke Bawang ± 5 km.



Selanjutnya untuk menuju ke curug ini berjalan kaki menuruni anak tangga yang berjumlah ekitar ± 487 buah. Untuk mempermudah pengunjung turun menikmati Air Terjun, pengelola juga telah membangun tangga sebanyak 242 anak tangga atau sepanjang 242 meter. Selain itu juga tersediakan shelter (tempat beristirahat) sambil menikmati keindahan alam yang masih alami.



Sepanjang perjalanan turun menuju ke Curug, Kita akan menyusuri dinding_dinding batu yang tinggi dan rawan , sehingga terdapat peringataan agar tidak manyentuh batu dinding ketika berjalan.



Curug Genting memiliki ketinggian ±40 m dan dikelilingi hutan Pinus. Wana-wana wisata ini berada di petak 49° Hutan Lindung Tertutup (HLT) RPH Kembang Langit, BKPH Bandar, memiliki luas sekitar 7 hektare dan dikelola lewat kerja sama antara Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur dan Pemkab Batang.



Sesuai dengan namanya Curug (Air Terjun) dan Genting (Gua).  Di lokasi ini selain Curug Genting juga terdapat  Gua alam dengan kedalaman ±17 meter yang di dalamnya mengalir air bersih di sela_sela batu-batu yang berserakan.
Jika berada di dekat Air Terjun Kita akan merasa dalam keadaan Grimis karna percikan Air Lembut yang sangat Deras, itu pula yang menyebabkan dinding di sekitar curug jadi basah dan berlumut.
Previous
Next Post »

1 komentar:

Click here for komentar
19 Oktober 2016 06.22 ×

saya pernah ke sana dan keren banget gan

Selamat jurnalwisata.id dapat PERTAMAX...! Silahkan antri di pom terdekat heheheh...
Balas
avatar
admin
Thanks for your comment