Obyek Wisata Sejarah Di Kabupaten Banyumas

Banyumas merupakan kabupaten yang terletak di sebelah barat gunung Selamet di propinsi jawa tengah dengan ibu kota Purwokerto, dengan luas wilayah kurang lebih 1.323,59 hektar serta memiliki 27 kecamatan, 30 kelurahan dan 301 desa.
Selain itu Kabupaten Banyumas juga mempunyai banyak obyek wisata, baik wisata alam, wisata kuliner dan juga wisata sejarah yang patut kita kunjungi. keindahan dan keunikan yang ada di obyek wisata Banyumas ini akan menjadi cerita tersendiri. Kali ini saya akan mencoba membuat artikel tentang wisata sejarah di daerah Banyumas, di antaranya ;


1 Museum Bank Rakyat Idonesia


Museum Bank BRI yang berlokasi di Jl. Sudirman No. 57, Purwokerto, tidak tampak seperti bangunan museum pada umumnya. Bentuk bangunannya menyerupai bangunan rumah biasa dan tidak terlalu luas. Begitu juga dengan barang-barang dipamerkan tidak terlalu banyak. Kita bisa lihat koin-koin uang dari jaman Majapahit, uang-uang kertas Cina, Jepang, jaman VOC Belanda, masa kemerdekaan RI, peninggalan mesin-mesin perbankan masa kini serta peninggalan barang-barang milik Raden Aria Wirjaatmadja. Untuk masuk ke museum, pengunjung tidak dikenakan biaya apapun alias gratis.
Museum Bank Bri ini merupakan satu-satunya museum perbankan yang ada di Indonesia yang bercikal bakal di kota Purwokerto didirikan oleh Raden Aria Wiriaatmadja pada tahun 1895 dengan nama De Poerwokertoche Hu1p En Spaarbank Der Inlandche Bestuurs Ambtenaren. Musium ini sangat cocok untuk wisata pendidikan bagi pelajar yang mengadakan study tour. Terletak di jalan R.A. Wiriaatmadja Purwokerto.


2 MUSEUM PANGLIMA BESAR JENDRAL SUDIRMAN


Jendral Sudirman, sosok sederhana namun namanya begitu harum ke seantero bumi Indonesia. Hampir di setiap kota di seluruh Indonesia akan dijumpai nama Jalan Jendral Sudirman sebagai jalan utamanya, sebagai bentuk penghargaan yang tinggi atas kepahlawanan Jendral Sudirman.
Sebagai daerah tempat asal dan awal  karier di bidang pendidikan dan militer di kawasan Banyumas, sebuah Museum Panglima Besar Jendral Sudirman berdiri cukup megah dengan luas lahan sekitar 4 hektar yang berlokasi di pintu masuk Kota Purwokerto bagian barat,Desa Karang Lewas Kecamatan Purwokerto Barat.
Musium ini terdiri dari dua Iantai. Pada Iantai bawah berisi foto¬foto perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam merebut Yogyakarta kembali sebagai Ibu Kota Indonesia (pada saat itu) dari kolonial Belanda. Pada Iantai dua berisi relief sejarah bangsa Indonesia dalam Perang Kemerdekaan 1945 dan Patung Jenderal Soedirman duduk diatas punggung Kuda.
Di dalam museum juga terdapat patung setengah badan Jendral Sudirman, duplikat tandu semasa Jendral Sudirman memimpin perang gerilya, serta foto -foto perjalanan hidup Sudirman dan perjuangan Jendral Sudirman.
Jendral Sudirman Lahir pada  tanggal 24 Januari 1916 di Dukuh Rembang,  Desa Bodas Karangjati, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, sekitar 20 km timur laut kota Purwokerto, Jawa Tengah dan  Wafat pada tanggal 29 Januari 1950 pukul 18.30 di  Magelang  karena kondisi kesehatan yang semakin buruk, dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Jogjakarta.


3 MUSEUM WAYANG SENDANGMAS


Museum wayang Sendang Mas Banyumas berdiri 31 Desember 1983 atas prakarsa bapak Soepardjo Rustam bersama tokoh-tokoh Banyumas lainnya.  Peresmian museum Sendang Mas Banyumas dilakukan oleh Bupati Banyumas. Letak Museum wayang Sendang Mas berada di jalan Kawedanan no.1 Kabupaten Banyumas atau tepatnya dulu adalah eks kawedanan Banyumas. Museum  wayang Sendang Mas menempati bangunan yang bercirikan limasan berada diatas tanah seluas 0,20 Ha dengan luas bangunan seluas 252 m2. Museum ini  menyimpan berbagai koleksi wayang seperti : Wayang Gagrag Banyumasan, Pesisiran, Wayang Beber, Wayang Suket, Wayang Kancil, Wayang Golek, Wayang Gagrag Solo dan Yogyakarta. Disamping itu juga menyimpan semua alat musik tradisional ( gamelan ) dan berbagai benda pusaka purbakala.


4 MASJID SAKA TUNGGAL
 
 

Masjid Saka Tunggal Baitussalam atau lebih dikenal dengan Masjid Saka Tunggal, yang terletak di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, merupakan masjid yang di catat sebagai masjid tertua dan pertama di Indonesia. Lokasi Saka Tunggal dari jalan raya menuju pintu gerbang masjid, terbilang cukup jauh, letaknya berada di tengah suasana pedesaan Jawa yang begitu kental. Kawasan masjid ini berdekatan dengan Taman Kera, sehingga ketika berada di lokasi, kita akan disambut dengan pemandangan kera-kera yang berkeliaran bebas. Areal masjid ini terbilang luas, halamannya cukup untuk menampung beberapa kendaraan roda empat dan dua. Di depan halaman masjid juga sudah disediakan tempat berwudhu dan kamar mandi. Kondisinya rapih dan terjaga, karena masjid ini memang sudah di tetapkan sebagai kawasan cagar budaya. Di belakang masjid juga terdapat pemakaman tua dengan gerbangnya yang masih bertuliskan aksara Jawa. Makam ini secara rutin di ziarahi oleh warga muslim setempat.
Masjid ini dibangun pada tahun 1288 Masehi, sebagaimana tertulis di prasasti yang terpahat di saka masjid. Masjid ini juga lebih tua dari kerajaan majapahit yang berdiri tahun 1294 Masehi, disinyalir masjid ini berdiri pada masa kerajaan Singasari. Masjid Saka Tunggal menjadi satu-satunya masjid di pulau Jawa yang dibangun jauh sebelum era Wali Sembilan (Wali Songo) yang hidup sekitar abad 15-16 Masehi. Jika dihitung mundur, masjid ini diperkirakan berdiri 2 abad sebelum era wali songo.
Sejarah Masjid Saka Tunggal seringkali dikaitkan dengan Tokoh penyebar Islam di Cikakak bernama Mbah Mustolih yang hidup di masa Kesultanan Mataram Kuno. Itu sebabnya, tidak heran bila unsur kejawen masih cukup melekat. Dalam syiar Islam yang dilakukan, Mbah Mustolih memang menjadikan Cikakak sebagai “markas” dengan ditandai pembangunan masjid dengan tiang tunggal tersebut.


5 MASJID AGUNG NUR SULAIMAN

 Masjid Agung Nur Sulaiman ini merupakan masjid peninggalan Kyai Nurdaiman Demang Gumelem I yang menjadi da’i atau juru dakwah pertama kali ketika masjid ini didirikan.Masjid ini telah berusia Iebih dari 400 tahun dibangun pada masa pemerintahan Bupati Banyumas Yoedanegara II. Sampai sekarang masjid ini masih berdiri kokoh terbukti setiap hari dipakai sebagai sarana ibadah khususnya untuk sholat Jum’at. Lokasinya sangat strategis karena pada jaman dahulu untuk membangun suatu tempat selalu menggunakan perhitungan hari balk dan arah bangunan yang balk. Masjid Nur Sulaiman ini tepatnya berada di sebelah barat alun-alun Banyumas atau arah timur dari kota Purwokerto yang berjaraksekitar 15 km.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment